RIWARA.ID, JAKARTA – Pemerintah resmi mengumumkan kebijakan Tunjangan Hari Raya (THR) dan Bonus Hari Raya (BHR) Idulfitri 1447 H/2026 M pada Selasa (3/3/2025). Total anggaran yang digelontorkan mencapai sekitar Rp179 triliun sebagai bagian dari paket stimulus ekonomi menjelang Lebaran.
Pengumuman tersebut disampaikan di kantor Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Jakarta.
Dilansir riwara.id pada hari ini, 3 Maret 2025 dari Kementerian Sekretariat Negara Republik Indonesia (Setneg), kebijakan THR dan BHR ini merupakan upaya pemerintah untuk menjaga daya beli masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi nasional menjelang hari besar keagamaan.
“Hari ini, pemerintah mengumumkan beberapa paket stimulus ekonomi lanjutan terkait hari besar keagamaan nasional yaitu Idulfitri 1447 Hijriah/2026 Masehi sesuai dengan arahan Bapak Presiden,” ujar Airlangga Hartarto.
THR ASN 100 Persen, Anggaran Rp55 Triliun
Pemerintah menyiapkan anggaran sebesar Rp55 triliun atau naik 10 persen dibanding tahun sebelumnya untuk pembayaran THR kepada sekitar 10,5 juta aparatur negara.
Penerima THR meliputi:
- Aparatur Sipil Negara (ASN) termasuk PPPK
- Prajurit TNI
- Anggota Polri
- Pejabat negara
- Pensiunan
Komponen yang dibayarkan sebesar 100 persen penuh, mencakup gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, serta tunjangan jabatan atau kinerja sesuai regulasi yang berlaku.
Airlangga menegaskan bahwa THR berbeda dengan gaji ke-13 yang biasanya diberikan pada bulan Juni.
Distribusi THR mencakup 2,4 juta ASN pusat/TNI/Polri, 4,3 juta ASN daerah, serta 3,8 juta pensiunan. Pencairan dilakukan secara bertahap sejak 26 Februari 2026 atau minggu pertama Ramadan.
THR Swasta Wajib Dibayar Penuh
Untuk sektor swasta, pemerintah menekankan bahwa THR wajib dibayarkan penuh dan tidak boleh dicicil.
Pembayaran dilakukan paling lambat H-7 sebelum Lebaran.
Ketentuan pemberian THR sektor swasta adalah sebagai berikut:
Masa kerja minimal 1 tahun: 1 bulan upah penuh
Masa kerja kurang dari 1 tahun: dibayar secara proporsional
Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, jumlah pekerja penerima upah tercatat sebanyak 26,5 juta orang. Pemerintah memperkirakan total THR sektor swasta mencapai Rp124 triliun.
Jumlah tersebut diharapkan mampu mendorong konsumsi nasional secara signifikan, terutama di sektor ritel, transportasi, makanan dan minuman, serta pariwisata sel ama periode Lebaran.
BHR Ojol Naik Dua Kali Lipat
Kabar baik juga datang bagi pengemudi ojek daring. Pemerintah memastikan pemberian BHR kepada sekitar 850 ribu mitra pengemudi dengan total anggaran sekitar Rp220 miliar.
Nilai tersebut meningkat dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya.
Pemerintah telah berkomunikasi intensif dengan perusahaan aplikator transportasi untuk memastikan penyaluran dilakukan lebih awal, yakni H-14 atau paling lambat H-7 sebelum Idulfitri.
Stimulus Tambahan: Diskon Transportasi dan Bantuan Pangan
Sebelumnya, pemerintah juga telah mengumumkan Paket Stimulus Ekonomi I-2026 pada 10 Februari 2026.
Program tersebut meliputi:
Diskon transportasi menjelang Lebaran senilai Rp911,16 miliar
Bantuan pangan senilai Rp14,09 triliun berupa 10 kg beras dan 2 liter minyak goreng untuk 35,04 juta keluarga penerima manfaat
Kebijakan Work From Anywhere (WFA) pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret
Langkah ini diambil untuk mengurangi kepadatan arus mudik sekaligus menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok.
Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I-II 2026
Dengan total perputaran dana hampir Rp179 triliun dari THR ASN, THR swasta, dan BHR ojol, pemerintah berharap konsumsi domestik akan meningkat signifikan pada kuartal I dan II 2026.
Momentum Lebaran selama ini menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi Indonesia. Lonjakan belanja masyarakat menjelang dan sesudah Idulfitri diyakini akan memberikan dampak positif terhadap sektor perdagangan dan jasa.
Kebijakan ini juga menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk menjaga stabilitas ekonomi di tengah dinamika global.*
Inung R Sulistyo






Pemerintah resmi mengumumkan THR ASN 100 persen, THR swasta wajib bayar penuh, serta BHR ojol naik dua kali lipat jelang Idulfitri 2026. Total stimulus mencapai Rp179 triliun untuk dorong konsumsi nasional.